BeritaKota SolokMacetSolok

H+1 Lebaran: Kota Solok Sepi di Siang Hari, Senja Dihantui Macet

H+1 Lebaran di Kota Solok menampilkan pemandangan yang berbeda dari biasanya. Pada hari Minggu, 22 Maret, suasana kota seakan terhenti, dengan arus kendaraan yang minim di sepanjang pusat kota. Berbeda dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan keramaian dan kemacetan, hari itu justru menyuguhkan ketenangan yang mencolok, meskipun menjelang senja, kondisi lalu lintas mulai menunjukkan tanda-tanda kepadatan.

Suasana Kota Solok yang Sepi

Di saat-saat biasanya, kawasan-kawasan utama di Kota Solok, termasuk Jalan Sudirman, NC Plaza, hingga Taman Kota Syekh Kukut, serta perlintasan di depan Pasar Raya Solok dan Pandan Ujung, dipenuhi kendaraan yang melintas. Namun, pada H+1 Lebaran tahun ini, suasana tampak sepi. Keheningan ini menjadi keunikan tersendiri, mengingat tradisi keramaian yang biasanya menyertai perayaan Idul Fitri.

Pengamatan Para Pedagang

Arif, seorang tukang parkir di depan rumah makan Bunga Tanjung, mengungkapkan bahwa hari itu tidak menunjukkan peningkatan jumlah kendaraan yang parkir, bahkan ia merasakan bahwa minggu sebelumnya lebih ramai. “Dari pagi biasa saja, tidak ada peningkatan kendaraan yang parkir, malah lebih ramai sepekan sebelum hari raya kemarin,” ujarnya.

Fenomena yang sama juga dialami oleh para pedagang, terutama mereka yang biasanya mendapatkan lonjakan omzet pada pekan pertama setelah Idul Fitri. Penjual mainan yang biasanya membuka lapak di sepanjang Jalan Bundo Kanduang, di depan Pasar Raya Solok, kali ini merasakan dampak dari sepinya aktivitas masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, hari-hari setelah Lebaran adalah waktu yang dinantikan para pedagang untuk meraih penghasilan yang lebih baik.

Pergerakan Lalu Lintas yang Berbeda

Sementara itu, di Simpang Lampu Merah Pandan Ujung, yang menjadi salah satu pintu masuk utama ke Kota Solok dari arah timur, situasi arus lalu lintas pun tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Di waktu-waktu biasanya, simpang ini selalu dipenuhi kendaraan dan seringkali mengalami kemacetan. Namun, hingga sore hari pada H+1 Lebaran, arus kendaraan baik yang masuk maupun keluar dari Kota Solok menuju Sijunjung dan Dharmasraya tetap stabil.

Peningkatan Arus Menjelang Sore

Menjelang sore, tepatnya sekitar pukul 16.00 WIB, kondisi lalu lintas mulai berubah. Peningkatan arus kendaraan terlihat jelas di Jalan Lintas Sumatera, terutama dari arah Padang Panjang menuju Padang. Beberapa titik, mulai dari Tanah Garam hingga Simpang By Pass Koramil Kubung di Salayo, mengalami perlambatan lalu lintas yang cukup signifikan.

  • Jalan Lintas Sumatera mulai padat menjelang sore
  • Perlambatan arus terasa di beberapa persimpangan
  • Arus kendaraan dari Padang Panjang meningkat

Kemacetan di Persimpangan Kritis

Situasi semakin rumit di Simpang Lampu Merah Sinapa atau Simpang Poliguna, di mana penyumbatan arus terjadi akibat adanya lampu merah yang berdekatan. Persimpangan menuju Gawan dan Kemenag yang dekat dengan lampu merah VI Suku turut memperburuk kondisi, mengakibatkan antrian panjang dari kedua arah. Banyak pengendara yang terpaksa menerobos lampu merah karena menunggu terlalu lama untuk mendapatkan sinyal hijau, namun arus tetap terhambat.

Pengamatan ini menunjukkan bahwa meskipun H+1 Lebaran diawali dengan ketenangan di Kota Solok, menjelang senja, kepadatan arus lalu lintas mulai mengganggu ketenangan yang semula ada. Masyarakat yang kembali dari perjalanan jauh menuju kota ini harus bersiap menghadapi kemacetan yang tiba-tiba muncul, mengingat kebiasaan masyarakat dalam merayakan Lebaran yang seringkali melibatkan perjalanan antar kota.

Kota Solok yang pada siang hari tampak sepi, berubah menjadi arena lalu lintas yang sibuk saat senja tiba. Hal ini menjadi gambaran yang menarik tentang dinamika kehidupan kota pasca perayaan besar, di mana arus lalu lintas berfluktuasi seiring dengan aktivitas masyarakat yang kembali ke rutinitas sehari-hari setelah merayakan Idul Fitri.

Related Articles

Back to top button