Pelayanan Puskesmas Kutabumi Dinilai Kurang Memuaskan, Catin Harus Bolak-balik

Puskesmas Kutabumi di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, tengah menghadapi kritik dari masyarakat terkait pelayanan yang diberikan. Seorang warga bernama D mengungkapkan pengalamannya yang mengecewakan saat berusaha mendapatkan surat keterangan sehat sebagai persyaratan pernikahan. Dalam dua kesempatan yang berbeda, ia harus kembali pulang tanpa mendapatkan pelayanan yang diharapkan.
Keluhan Warga Terhadap Pelayanan Puskesmas
D, seorang warga yang tinggal di Perumahan Pondok Rejeki, mengisahkan pengalaman kurang menyenangkannya saat berupaya mengurus dokumen penting. Pada kunjungan pertamanya pada Senin, 23 Maret 2026, sekitar pukul 10.30 WIB, ia datang ke puskesmas dengan harapan bisa mendapatkan surat keterangan sehat, namun petugas meminta dia untuk kembali karena pelayanan telah tutup.
Hal ini jelas bertentangan dengan informasi yang tertera di media sosial Puskesmas Kutabumi yang menyebutkan jam pelayanan hingga pukul 12.00 WIB pada hari tersebut. D merasa sangat kecewa karena tidak diberi informasi yang jelas mengenai jam operasional.
Kekeliruan Informasi dan Akibatnya
D mengungkapkan, “Jika saya diberitahu tentang jadwal yang benar dari awal, saya bisa mengatur waktu saya dengan lebih baik. Kini, saya datang dan justru disuruh pulang.” Kekecewaan D semakin bertambah ketika ia memutuskan untuk kembali pada Selasa, 31 Maret 2026, sekitar pukul 08.30 WIB, dengan harapan bisa mendapatkan layanan yang sempat terlewatkan.
Namun, upaya tersebut kembali sia-sia. Ketika tiba di puskesmas, petugas keamanan memberitahunya bahwa pemeriksaan kesehatan calon pengantin hanya dilayani pada hari-hari tertentu, yaitu Senin, Kamis, dan Sabtu. D merasa sangat dirugikan karena informasi tersebut tidak disampaikan pada kunjungan pertamanya.
Implikasi bagi Warga yang Bekerja
D, yang bekerja jauh di Jakarta, mengaku kesulitan untuk mengambil cuti demi mengurus dokumen tersebut. “Saya harus berjuang untuk mengambil cuti lagi hanya untuk mengurus ini, sementara saya bekerja bukan untuk bersantai. Masa saya harus bolak-balik setiap hari?” keluhnya. Menurutnya, hal ini menggambarkan kurangnya pemahaman pihak puskesmas akan kondisi masyarakat pekerja.
Keluhan yang disampaikan D mencerminkan masalah lebih luas terkait komunikasi dan transparansi informasi dalam pelayanan publik. Ketidakjelasan jadwal layanan dapat menyebabkan kebingungan di kalangan warga yang membutuhkan layanan kesehatan.
Pentingnya Surat Keterangan Sehat
Surat keterangan sehat calon pengantin adalah dokumen penting yang sering kali menjadi syarat administrasi sebelum melangsungkan pernikahan di Kementerian Agama. Oleh karenanya, proses pengurusannya harus jelas dan mudah diakses oleh masyarakat.
Tanggapan dari Puskesmas Kutabumi
Setelah menerima keluhan dari D, Kepala UPTD Puskesmas Kutabumi, drg. Christina Handar Mujati, berjanji untuk melakukan pengecekan terkait masalah tersebut. “Saya akan kroscek informasi ini terlebih dahulu dan kemudian menghubungi Anda,” ujarnya saat dihubungi pada Selasa (31/3/2026).
Di sore harinya, dr. Christina mengirimkan klarifikasi melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, meminta nomor kontak D untuk melakukan konfirmasi lebih lanjut. “Mohon maaf, bolehkah saya minta nomor kontak yang bersangkutan? Karena setelah saya klarifikasi ke staf, tidak ada yang berkunjung pada hari itu,” tulisnya.
Pernyataan Resmi Puskesmas
Dr. Christina juga menjelaskan bahwa pada tanggal 23 Maret 2026, pelayanan di puskesmas tetap berlangsung meskipun bertepatan dengan cuti bersama. “Pada hari itu, staf kami tetap melayani hingga jam 12.30. Kami tetap buka sesuai dengan edaran dari Dinas Kesehatan,” ungkapnya.
Selain itu, pihak puskesmas menegaskan bahwa jadwal layanan pemeriksaan kesehatan calon pengantin telah diumumkan secara resmi. “Jadwal layanan untuk pemeriksaan catin sudah kami informasikan di papan pengumuman dan juga di media sosial Puskesmas Kutabumi. Pelayanan ini dilakukan setiap Senin, Kamis, dan Sabtu,” tambahnya.
Evaluasi dan Harapan Masyarakat
Meskipun telah ada klarifikasi dari pihak puskesmas, masyarakat berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dapat melakukan evaluasi terhadap sistem informasi pelayanan yang ada. Transparansi dan sosialisasi yang lebih baik sangat diperlukan agar warga tidak mengalami kebingungan ketika mengakses layanan kesehatan.
Pengalaman D bukanlah satu-satunya kasus yang menunjukkan kurangnya komunikasi dalam pelayanan publik. Banyak warga lain yang mungkin mengalami hal yang sama, dan penting bagi pihak berwenang untuk memperbaiki sistem agar tidak ada lagi kesalahpahaman di masa mendatang.
Rekomendasi untuk Peningkatan Layanan
Agar pelayanan di Puskesmas Kutabumi dapat lebih baik, berikut adalah beberapa rekomendasi yang dapat dipertimbangkan:
- Meningkatkan sosialisasi jadwal layanan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial dan papan pengumuman di lokasi yang strategis.
- Memberikan pelatihan kepada petugas tentang pentingnya komunikasi yang efektif dengan masyarakat.
- Menerapkan sistem pengingat bagi masyarakat yang mendaftar untuk layanan tertentu.
- Menyiapkan layanan online untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi dan mendaftar layanan.
- Mengadakan forum atau dialog dengan warga untuk mendengarkan keluhan dan masukan secara langsung.
Puskesmas Kutabumi memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan perbaikan dalam sistem dan komunikasi, diharapkan pelayanan puskesmas dapat lebih memuaskan dan memenuhi ekspektasi warga.
