Ketua Bhayangkari Cabang Malang Kota Lakukan Penanaman Pohon di TPA Supit Urang

Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara yang ke-80 yang akan jatuh pada tanggal 1 Juli 2026, serta memperingati Hari Bumi pada 22 April 2026, Polresta Malang Kota telah menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan. Salah satu aksi nyata yang dilakukan adalah penanaman 250 pohon di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, yang berlangsung pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini tidak hanya simbolis, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Kolaborasi untuk Lingkungan yang Lebih Baik
Penanaman pohon ini merupakan bagian dari Gerakan Peduli Lingkungan yang diorganisir bersama Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kota Malang, berkolaborasi dengan Perumda Tugu Tirta dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Partisipasi Masyarakat dan Edukasi Lingkungan
Partisipasi dalam aksi penghijauan ini melibatkan berbagai elemen, termasuk pejabat utama Polresta Malang Kota, Kepala DLH Kota Malang, relawan yang peduli lingkungan, serta anak-anak dari TK Yayasan Kemala Bhayangkari Kota Malang. Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan ini menjadi penting sebagai bentuk edukasi sejak dini mengenai pentingnya menjaga alam.
Pentingnya Penghijauan bagi Ekosistem
Kombes Pol Putu Kholis Aryana, Kapolresta Malang Kota, menyatakan bahwa kegiatan penghijauan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa penanaman pohon di sekitar area TPA Supit Urang sangat krusial dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Aksi penanaman pohon ini adalah tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi. Selain sebagai perayaan Hari Bhayangkara ke-80, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian penting dari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelas Kombes Pol Putu Kholis.
Varietas Pohon yang Ditanam
Dalam aksi ini, sebanyak 250 bibit pohon ditanam dengan berbagai jenis, di antaranya:
- Durian: 35 batang
- Nangka: 25 batang
- Sirsak: 25 batang
- Mangga: 35 batang
- Tanjung: 60 batang
- Mahoni: 40 batang
- Jacaranda: 40 batang
Seluruh bibit yang ditanam memiliki tinggi sekitar 3 meter, dengan jarak tanam yang disesuaikan antara 3 hingga 5 meter agar pertumbuhannya optimal.
Manfaat Ekonomi dan Ekologis
Kapolresta menambahkan bahwa pohon buah yang ditanam tidak hanya memiliki manfaat ekonomi, tetapi juga ekologis, karena dapat memberikan hasil jangka panjang bagi masyarakat. Sementara itu, jenis pohon kayu seperti mahoni, tanjung, dan jacaranda berfungsi sebagai penyerap polusi, peneduh, dan penahan struktur tanah.
Investasi Lingkungan Jangka Panjang
“Terutama di kawasan TPA Supit Urang yang terletak di dataran tinggi, penanaman pohon ini sangat penting untuk meningkatkan resapan air, menjaga sumber mata air, serta mencegah potensi longsor. Ini adalah investasi lingkungan jangka panjang yang harus kita lakukan,” tegas Kombes Pol Putu Kholis.
Keterlibatan Bhayangkari dalam Pelestarian Lingkungan
Ny Ujik Putu Kholis, Ketua Bhayangkari Cabang Kota Malang, menyampaikan bahwa partisipasi Bhayangkari dalam kegiatan penanaman pohon ini merupakan wujud dukungan terhadap program Polri. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda.
“Kami ingin menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan sejak dini, terutama kepada anak-anak asuh dari TK Bhayangkari, agar mereka tumbuh dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan di masa depan,” tutup Ny Ujik.


